Ergonomi dalam Produk Dalam Negeri, Jawaban Untuk Optimasi

Silahkan isi forum ini untuk hal-hal yang tidak tergatagori dalam forum di atas

Ergonomi dalam Produk Dalam Negeri, Jawaban Untuk Optimasi

Postby mila safitri on Fri Nov 28, 2008 2:42 pm

Ergonomi dalam Produk Dalam Negeri, Jawaban Untuk Optimasi

Pernahkah Anda menyadari makna di balik susunan huruf yang ada pada keyboard komputer? Mengapa huruf “a, s, d, f” terletak di sebelah kiri secara berurutan, sedangkan tombol spasi terletak di bagian bawah? Mengapa tombol anak panah ada di sebelah kanan bawah, tidak ditaruh di tengah saja? Itu semua adalah hasil aplikasi dari ilmu ergonomi. Susunan huruf dibuat sedemikian rupa sehingga tombol huruf yang sering digunakan untuk menulis akan berada dalam jangkauan yang lebih dekat dari tangan kita. Tombol spasi diletakkan di bagian bawah dan ukurannya lebih luas dibanding yang lain, karena tombol ini hampir selalu kita tekan setiap, tatkala selesai menulis sebuah kata. Begitu juga dengan letak tombol panah yang mudah dijangkau tangan kanan, karena tangan kanan kita lebih sensitif sehingga memudahkan untuk mengarahkan pointer.

Contoh lain penerapan ilmu ergonomi di bidang teknologi ialah dalam pembuatan papan penunjuk jalan. Jika Anda pernah memasuki jalan tol, maka akan sering melihat papan yang menunjukkan arah kepada suatu daerah tertentu. Yang menarik ialah mengapa warna yang digunakan pada tulisannya ialah warna putih di atas hijau? Hal ini tak lepas dari apa yang disebut dalam ilmu ergonomi sebagai visual display. Warna hijau dan putih merupakan warna yang cukup kontras di siang hari, sehingga pengemudi akan dapat membaca papan jalan dengan lebih jelas. Sedangkan di malam hari, warna hijau akan terlihat berpandar, apalagi ditambah dengan pancaran sinar dari lampu mobil.

Penggunaan visual display juga ada pada mesin fotokopi. Pada mesin ini, dapat dilihat bahwa tombol “start” terlihat paling besar. Selain itu, tombol “start” yang berwarna hijau dan tombol “off” yang berwarna merah menunjukkan kontras yang berbeda dengan tombol-tombol lainnya. Sehingga pengguna mesin tak akan keliru menekannya karena kedua tombol itu merupakan tombol yang penting dalam penggunaan mesin fotokopi.

Papan ketik komputer, papan jalan, dan mesin fotokopi hanyalah sebagian contoh kecil dalam kegunaan ergonomi yang ada di sekitar kita. Pertanyaannya, apakah ergonomi dapat membantu manusia agar bisa melakukan pekerjaannya dengan lebih cepat? Tentu jawabannya adalah ya. Secara mikro, ergonomi membuat manusia menjadi lebih nyaman dalam melakukan suatu pekerjaan. Terlebih jika kita mengukurnya secara makro, maka akan ditemukan bahwa dalam suatu industri besar, terdapat mesin-mesin yang setiap bagiannya sudah dirancang agar dapat melakukan suatu proses dengan baik dan cepat.

Ambil contoh dalam industri pembuatan kertas. Di sana terdapat berbagai mesin seperti mesin penghancur kayu, mesin pembuat bubur kertas, mesin pewarna kertas, mesin pengering, sampai mesin pemotong kertas. Apa jadinya bila salah satu mesin tersebut didesain tanpa adanya ilmu ergonomi? Misalnya, pada mesin pengering yang tak didesain dengan baik, sehingga pekerja yang menangani mesin tersebut tak tahu pada suhu berapa mesin tersebut bekerja. Mesin pengering yang seharusnya bekerja pada suhu 1000C malah di-set pada suhu 2000C, sehingga kertas jadi terbakar. Tentunya hal yang kecil ini — tak adanya indikator suhu pada mesin pengering — dapat menimbulkan efek domino dalam keseluruhan industri pembuatan kertas.

Yang perlu dievaluasi kembali sekarang ialah apakah setiap benda yang kita pakai sudah didesain secara ergonomis? Jawabannya ialah tidak. Desain keyboard tadi misalnya, desain itu merupakan desain yang dirancang oleh orang-orang Barat yang umumnya menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Sehingga susunan tombol yang ada pada papan ketik kita merupakan desain yang belum tentu cocok dengan orang Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan kalahnya kita dalam persaingan global antar negara. Contoh lain lagi ialah desain ketinggian meja kerja. Orang Indonesia yang rata-rata tingginya di bawah rata-rata tinggi orang Barat, sedangkan meja kerja yang dipakai didesain untuk orang Barat, maka yang didapat saat bekerja ialah kekurangnyamanan, dan hal ini akan menurunkan kinerja pegawai yang menggunakan meja kerja itu.

Lalu, langkah apakah yang harus dilakukan bangsa Indonesia? Kita harus membuat produk khas dan memakai produk dalam negeri. Produk dalam negeri didesain sesuai dengan kenyamanan tubuh penduduk Indonesia. Dengan ilmu ergonomi, maka produk yang dibuat dapat membantu kinerja para pegawai dalam mengoptimasi pekerjaannya. Jika setiap pekerjaan kecil yang dilakukan sudah memberikan hasil yang optimal, lalu akumulasi pekerjaan-pekerjaan kecil itu ditempatkan dalam suatu sistem yang benar, maka akan terjadi sinergisasi yang akan membuat suatu sistem bekerja secara optimal.

Bayangkan, efek yang timbul jika keilmuan ergonomi diterapkan di setiap bidang kehidupan di negeri ini. Mulai bidang pemerintahan sampai di bidang perindustrian akan berjalan penuh harmoni. Maka, visi Indonesia sebagai negara industri yang berkarakter budaya timur pun akan dapat terakselerasi dengan baik. ***

Nama:Mila safitri
kelas:x-4
no:12

judul artikel:Ergonomi dalam Produk Dalam Negeri, Jawaban Untuk Optimasi
sumber:http://ppsdms.org/ergonomi-dalam-produk-dalam-negeri-jawaban-untuk-optimasi.htm
mila safitri
 
Posts: 1
Joined: Sun Nov 23, 2008 12:12 pm
---------

E-mail friend • Print view • A/a

Return to Umum

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests

cron